28 September, 2011

Pantun Jenaka


Pantun Jenaka. Pantun merupakan seni dari Indonesia, sebuah aktifitas memainkan kata dengan akhiran kalimat yang di sesuaikan perbarisnya. Bermain pantun merupakan hiburan mengasyikan baik jaman dulu pula sekarang.



Oleh karena itu tidaklah heran seni budaya ini masih tetap eksis di jaman moderen ini. Jika pantun saja menarik, apalagi pantun jenaka, tentu lebih menarik lagi, selain itu mengundang tawa dan hadirkan hiburan tersendiri bagi pembaca atau pendengarnya.

Karenanya di artikel ini saya sharing sejumlah pantun jenaka anda dapat gunakan untuk menghibur teman atau kerabat, monggo deh:  

Ada Buah Manggis
Ada buah manggis
Ada juga buah anggur
Awalnya romantis
Pas tekdung malah kabur  

Jalan-jalan ke Pinggir Empang
Jalan-jalan ke pinggir empang
nemu sendok dipinggir empang
hati siapa tak bimbang
situ botak minta dikepang  

Limau Purut di Tepi Rawa
Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak  

Jalan-jalan ke Rawa-rawa
Jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika capai duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm  

Orang Sasak Pergi ke Bali
Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya  

Naik ke Bukit Membeli Lada
Naik kebukit membeli lada
Lada sebiji dibelah tujuh
Apanya sakit berbini janda
Anak tiri boleh disuruh

Elok Berjalan Kota Tua
Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat  

Sakit Kaki Ditikam Jeruju
Sakit kaki ditikam jeruju
Jeruju ada didalam paya
Sakit hati memandang susu
Susu ada dalam kebaya  

Anak Cina Menggali Cacing
Anak cina menggali cacing
Mari diisi dalam tempurung
Penjual sendiri tak kenal dacing
Alamat dagangan habis diborong  

Biduk Buluh Bermuat Tulang
Biduk buluh bermuat tulang
Anak Siam pulang berbaris
Duduk mengeluh panglima helang
Melihat ayam bercengkang keris

Sumber: eKetawa.